Skip to content

Prokel – Program Keluarga

Menu
  • Beranda
  • Kesehatan Ibu
    • Kehamilan
    • Nifas
    • Perimenopause dan Menopause
    • Persalinan
  • Kesehatan Anak
    • Pemenuhan Gizi
    • Pertumbuhan dan Perkembangan
    • Tanda Bahaya
  • Farmakologi
    • Herbal
    • Jenis Obat
  • Tentang Kami
Menu
Img 20250930 122925 (1)

Tanda Bahaya pada Ibu Hamil

Posted on September 9, 2025

Tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menandakan adanya komplikasi yang dapat mengancam ibu dan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya sangat penting untuk deteksi dini dan rujukan cepat.

 

Tanda Bahaya Menurut Trimester

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I (0–12 minggu)

  • Perdarahan pervaginam: bercak atau perdarahan banyak, tanda keguguran atau kehamilan ektopik.
  • Nyeri perut hebat/kram terus-menerus: indikasi abortus atau kehamilan ektopik.
  • Mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum): risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit.
  • Demam tinggi/infeksi: ancaman infeksi intrauterin atau sistemik yang membahayakan janin.
  • Keputihan berbau/bernanah: tanda infeksi saluran reproduksi.
  • Pusing berat atau pingsan: bisa menunjukkan anemia berat atau perdarahan internal.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II (13–27 minggu)

  • Perdarahan pervaginam: bisa menandakan plasenta previa, abrupsio plasenta, atau ancaman keguguran lanjut.
  • Keluarnya cairan ketuban sebelum waktunya (ketuban pecah dini/PPROM): meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur.
  • Kontraksi rahim teratur sebelum usia 37 minggu: tanda persalinan prematur.
  • Gerakan janin berkurang atau tidak terasa: indikasi gawat janin atau kematian janin dalam rahim.
  • Tekanan darah tinggi disertai sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau pembengkakan wajah/tangan: gejala preeklamsia atau eklamsia.
  • Demam atau nyeri perut hebat mendadak: bisa menunjukkan infeksi intrauterin atau masalah plasenta.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III (28 minggu–menjelang persalinan)

  • Perdarahan pervaginam: dapat menandakan plasenta previa atau abrupsio plasenta, keduanya berisiko tinggi perdarahan berat.
  • Pecah ketuban sebelum waktunya (ketuban pecah dini): meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur.
  • Gerakan janin berkurang atau tidak terasa: indikasi gawat janin atau kematian janin dalam kandungan.
  • Kontraksi rahim teratur dan kuat sebelum usia 37 minggu: tanda persalinan prematur.
  • Tekanan darah tinggi disertai sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau pembengkakan wajah/tangan: gejala preeklamsia/eklamsia.
  • Demam tinggi atau nyeri perut mendadak: kemungkinan infeksi intrauterin atau masalah plasenta.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pencarian

Kategori

  • Farmakologi
    • Herbal
    • Jenis Obat
  • Kesehatan Anak
    • Pemenuhan Gizi
    • Pertumbuhan dan Perkembangan
    • Tanda Bahaya
  • Kesehatan Ibu
    • Kehamilan
    • Perimenopause dan Menopause
    • Persalinan
  • Progam P4K
  • Remaja
©2026 Prokel – Program Keluarga | Design: Newspaperly WordPress Theme