PENGERTIAN
Tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah kumpulan gejala klinis yang menunjukkan adanya gangguan serius pada kondisi kesehatan neonatus. Bayi baru lahir sangat rentan karena sistem tubuhnya, seperti pernapasan, pencernaan, imun, dan sistem saraf, masih dalam tahap penyesuaian. Adanya tanda bahaya ini menandakan bayi membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi yang bisa berakibat fatal, termasuk kematian.
JENIS-JENIS TANDA BAHAYA
1. Demam/Panas tinggi
• Hipertermia: suhu tubuh >37,5°C, bayi tampak panas, rewel, dan bisa disertai dehidrasi.
2. Diare
• Buang air besar terlalu sering dengan tinja encer.
• Berisiko menyebabkan dehidrasi.
3. Dingin
• Hipotermia: suhu tubuh <36°C, bayi tampak kedinginan, kulit pucat, tangan dan kaki dingin.
4. Kejang
• Kejang ditandai dengan kaku mendadak, gemetar terus-menerus, atau gerakan menyentak berulang yang tidak normal
• Tidak berhenti dengan stimulasi (berbeda dengan tremor fisiologis pada bayi sehat). bisa disebabkan oleh infeksi Atau Gangguan Metabolik.
5. Kulit dan Mata Kuning
• Bayi kuning dalam 24 jam pertama kehidupan.
• Warna kuning menyebar cepat ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.
• Bisa menandakan masalah hati atau darah.
6. Lemah
• Bayi tidak aktif, sulit dibangunkan, atau gerakannya berkurang drastis.
7. Menangis atau merintih terus menerus
• Tangisan bayi tidak berhenti dan terdengar lemah atau tidak biasa.
8. Muntah-Muntah
• Muntah berulang, terutama bila berwarna hijau.
• Bisa menunjukkan adanya sumbatan saluran cerna.
9. Sesak Napas
• Napas cepat (>60 kali per menit), napas terengah-engah, atau tersengal.
• Adanya retraksi dinding dada (tarikan otot antar tulang rusuk atau bawah tulang dada saat bayi bernapas).
• Bunyi pernapasan abnormal seperti grok-grok atau mengi.
• Henti napas (apnea) lebih dari 20 detik.
10. Tali pusat kemerahan sampai dinding perut,berbau bernanah
• Tali pusat tampak merah, bernanah, bengkak, atau mengeluarkan bau busuk.
11. Tidak Mau Menyusu
• Bayi tidak mampu mengisap dengan baik atau menolak menyusu.
• Bayi sering berhenti menyusu, tampak lemah, atau sering tersedak saat menyusu.
12. Tinja Bayi saat buang air besar berwarna pucat
• Bisa menjadi tanda adanya kelainan pada hati atau saluran empedu.