Pengertian
Tanda bahaya pada balita adalah gejala atau kondisi tertentu yang menunjukkan adanya masalah kesehatan serius atau kegawatdaruratan medis pada anak usia 29 hari sampai 5 tahun, yang jika tidak segera ditangani dapat membahayakan jiwa anak, menimbulkan kecacatan, atau memperberat penyakit yang sedang dialami.
Tanda tanda bahaya
1) Demam / panas tinggi
*Apa artinya:* Umumnya infeksi (virus/bakteri). Pada bayi <3 bulan, *demam apa pun* perlu dinilai segera.
*Tanda menyertai yang berbahaya:* leher kaku, kejang, ruam keunguan/berdarah, anak tampak sangat lemas/mengantuk, sesak napas, demam >3 hari.
*Yang bisa dilakukan:* ukur suhu dengan termometer, pakaian tipis, ruangan sejuk, kompres hangat (air biasa), banyak cairan/ASI. Parasetamol boleh *sesuai usia/berat* bila anak tidak nyaman.
*Hindari:* aspirin; ibuprofen jika dicurigai DBD/dehidrasi.
*Ke fasyankes segera* bila usia <3 bulan, demam sangat tinggi, demam disertai kejang/sesak/ruam perdarahan, atau anak tampak sangat sakit.
2) Diare
*Apa artinya:* BAB cair ≥3 kali/hari; risiko utama *dehidrasi*.
*Waspada bila:* darah/lendir pada tinja, muntah terus, demam tinggi, tidak mau minum, mata cekung, mulut kering, pipis sangat sedikit, anak lemas/mengantuk.
*Yang bisa dilakukan:* berikan *oralit* sedikit-sedikit tapi sering; teruskan *ASI*/susu; makanan ringan mudah dicerna saat mau.
*Hindari:* obat “penghenti diare” dewasa, antibiotik tanpa resep, minuman manis berlebih.
*Segera periksa* bila ada darah pada BAB, tanda dehidrasi, anak tidak bisa minum, diare >24 jam pada bayi atau >3 hari pada anak besar.
3) Kejang
*Apa artinya:* Aktivitas listrik otak tidak normal; bisa dipicu demam (kejang demam) atau sebab lain.
*Pertolongan pertama:*
* Baringkan miring di lantai/permukaan datar, longgarkan pakaian.
* *Jangan* memasukkan benda/jari ke mulut; jangan menahan gerakan.
* Catat durasi kejang.
*Ke IGD segera* bila kejang pertama kali, >5 menit, berulang dalam 24 jam, atau anak sulit sadar/napas setelah kejang.
4) Muntah-muntah
*Waspada bila:* muntah “proyektif”, berwarna hijau (empedu) atau merah/“ampas kopi”, perut kembung keras, demam tinggi, nyeri perut hebat, dehidrasi, bayi <3 bulan.
*Yang bisa dilakukan:* cairan sedikit-sedikit tapi sering (sendok/gelas), lanjutkan ASI, jangan paksa makan saat masih mual.
*Hindari:* obat anti-muntah tanpa anjuran tenaga kesehatan.
*Periksa segera* bila muntah hijau/berdarah, tidak bisa menahan minum, tanda dehidrasi, atau muntah menetap >6–12 jam pada bayi.
5) Pembengkakan nyeri di belakang telinga
*Apa artinya:* Bisa *mastoiditis* (komplikasi otitis media/infeksi telinga).
*Tindakan:* ini termasuk *darurat*—butuh pemeriksaan dokter dan kemungkinan antibiotik/inveksi lebih lanjut. Kompres hangat boleh untuk kenyamanan sambil menuju fasilitas kesehatan.
6) Perdarahan di hidung/kulit/BAB
*Apa artinya:* Kelainan pembekuan darah, infeksi (mis. DBD), cedera saluran cerna, atau sebab lain.
*Pertolongan mimisan:* dudukkan tegak condong ke depan, *tekan cuping hidung 10 menit* tanpa lepas, kompres dingin di pangkal hidung.
*Waspada:* bintik/bekas lebam tanpa sebab, gusi sering berdarah, BAB hitam/merah, muntah darah, perdarahan sulit berhenti, disertai demam/nyeri perut.
*Ke IGD segera* bila ada perdarahan banyak/berulang, pucat/lemas, atau disertai demam dan nyeri perut (curiga DBD).
7) Sesak napas
*Tanda pada anak:* napas cepat, *cuping hidung kembang-kempis*, tarikan dinding dada/di bawah iga, suara grok-grok/siulan, sulit bicara/menangis, rewel atau mengantuk.
*Pertolongan:* posisikan **duduk tegak**, longgarkan pakaian, tenangkan anak. Jika ada inhaler/spacer untuk asma yang memang diresepkan, gunakan sesuai rencana dokter.
*Ke IGD segera* jika bernapas sangat cepat/sulit, ada tarikan dada, tidak mampu minum/berbicara karena sesak, atau bibir/jari tampak kebiruan.
8) Tampak biru (sianosis)
*Apa artinya:* Kekurangan oksigen—darurat.
*Tindakan:* bawa segera ke IGD. Sambil menunggu, posisikan setengah duduk (atau *skin-to-skin* pada bayi) dan pastikan jalan napas terbuka.
9) Tidak bisa minum
*Apa artinya:* Anak menolak minum/ASI atau selalu muntah setelah minum → cepat menjadi *dehidrasi*.
*Tindakan:* coba teteskan cairan/ASI sedikit-sedikit. Bila tetap tidak bisa,*periksa segera*; mungkin memerlukan cairan infus atau penyebab lain harus ditangani (infeksi, sumbatan, nyeri hebat, kelelahan).