Skip to content

Prokel – Program Keluarga

Menu
  • Beranda
  • Kesehatan Ibu
    • Kehamilan
    • Nifas
    • Perimenopause dan Menopause
    • Persalinan
  • Kesehatan Anak
    • Pemenuhan Gizi
    • Pertumbuhan dan Perkembangan
    • Tanda Bahaya
  • Farmakologi
    • Herbal
    • Jenis Obat
  • Tentang Kami
Menu
Img 20250903 103523

Tanda Bahaya pada Balita

Posted on September 3, 2025

Pengertian

Tanda bahaya pada balita adalah gejala atau kondisi tertentu yang menunjukkan adanya masalah kesehatan serius atau kegawatdaruratan medis pada anak usia 29 hari sampai 5 tahun, yang jika tidak segera ditangani dapat membahayakan jiwa anak, menimbulkan kecacatan, atau memperberat penyakit yang sedang dialami.

 

Tanda tanda bahaya

1) Demam / panas tinggi

*Apa artinya:* Umumnya infeksi (virus/bakteri). Pada bayi <3 bulan, *demam apa pun* perlu dinilai segera.

*Tanda menyertai yang berbahaya:* leher kaku, kejang, ruam keunguan/berdarah, anak tampak sangat lemas/mengantuk, sesak napas, demam >3 hari.

*Yang bisa dilakukan:* ukur suhu dengan termometer, pakaian tipis, ruangan sejuk, kompres hangat (air biasa), banyak cairan/ASI. Parasetamol boleh *sesuai usia/berat* bila anak tidak nyaman.

*Hindari:* aspirin; ibuprofen jika dicurigai DBD/dehidrasi.

*Ke fasyankes segera* bila usia <3 bulan, demam sangat tinggi, demam disertai kejang/sesak/ruam perdarahan, atau anak tampak sangat sakit.

 

2) Diare

*Apa artinya:* BAB cair ≥3 kali/hari; risiko utama *dehidrasi*.

*Waspada bila:* darah/lendir pada tinja, muntah terus, demam tinggi, tidak mau minum, mata cekung, mulut kering, pipis sangat sedikit, anak lemas/mengantuk.

*Yang bisa dilakukan:* berikan *oralit* sedikit-sedikit tapi sering; teruskan *ASI*/susu; makanan ringan mudah dicerna saat mau.

*Hindari:* obat “penghenti diare” dewasa, antibiotik tanpa resep, minuman manis berlebih.

*Segera periksa* bila ada darah pada BAB, tanda dehidrasi, anak tidak bisa minum, diare >24 jam pada bayi atau >3 hari pada anak besar.

 

3) Kejang

*Apa artinya:* Aktivitas listrik otak tidak normal; bisa dipicu demam (kejang demam) atau sebab lain.

*Pertolongan pertama:*

* Baringkan miring di lantai/permukaan datar, longgarkan pakaian.

* *Jangan* memasukkan benda/jari ke mulut; jangan menahan gerakan.

* Catat durasi kejang.

*Ke IGD segera* bila kejang pertama kali, >5 menit, berulang dalam 24 jam, atau anak sulit sadar/napas setelah kejang.

 

4) Muntah-muntah

*Waspada bila:* muntah “proyektif”, berwarna hijau (empedu) atau merah/“ampas kopi”, perut kembung keras, demam tinggi, nyeri perut hebat, dehidrasi, bayi <3 bulan.

*Yang bisa dilakukan:* cairan sedikit-sedikit tapi sering (sendok/gelas), lanjutkan ASI, jangan paksa makan saat masih mual.

*Hindari:* obat anti-muntah tanpa anjuran tenaga kesehatan.

*Periksa segera* bila muntah hijau/berdarah, tidak bisa menahan minum, tanda dehidrasi, atau muntah menetap >6–12 jam pada bayi.

 

5) Pembengkakan nyeri di belakang telinga

*Apa artinya:* Bisa *mastoiditis* (komplikasi otitis media/infeksi telinga).

*Tindakan:* ini termasuk *darurat*—butuh pemeriksaan dokter dan kemungkinan antibiotik/inveksi lebih lanjut. Kompres hangat boleh untuk kenyamanan sambil menuju fasilitas kesehatan.

 

6) Perdarahan di hidung/kulit/BAB

*Apa artinya:* Kelainan pembekuan darah, infeksi (mis. DBD), cedera saluran cerna, atau sebab lain.

*Pertolongan mimisan:* dudukkan tegak condong ke depan, *tekan cuping hidung 10 menit* tanpa lepas, kompres dingin di pangkal hidung.

*Waspada:* bintik/bekas lebam tanpa sebab, gusi sering berdarah, BAB hitam/merah, muntah darah, perdarahan sulit berhenti, disertai demam/nyeri perut.

*Ke IGD segera* bila ada perdarahan banyak/berulang, pucat/lemas, atau disertai demam dan nyeri perut (curiga DBD).

 

7) Sesak napas

*Tanda pada anak:* napas cepat, *cuping hidung kembang-kempis*, tarikan dinding dada/di bawah iga, suara grok-grok/siulan, sulit bicara/menangis, rewel atau mengantuk.

*Pertolongan:* posisikan **duduk tegak**, longgarkan pakaian, tenangkan anak. Jika ada inhaler/spacer untuk asma yang memang diresepkan, gunakan sesuai rencana dokter.

*Ke IGD segera* jika bernapas sangat cepat/sulit, ada tarikan dada, tidak mampu minum/berbicara karena sesak, atau bibir/jari tampak kebiruan.

 

8) Tampak biru (sianosis)

*Apa artinya:* Kekurangan oksigen—darurat.

*Tindakan:* bawa segera ke IGD. Sambil menunggu, posisikan setengah duduk (atau *skin-to-skin* pada bayi) dan pastikan jalan napas terbuka.

 

9) Tidak bisa minum

*Apa artinya:* Anak menolak minum/ASI atau selalu muntah setelah minum → cepat menjadi *dehidrasi*.

*Tindakan:* coba teteskan cairan/ASI sedikit-sedikit. Bila tetap tidak bisa,*periksa segera*; mungkin memerlukan cairan infus atau penyebab lain harus ditangani (infeksi, sumbatan, nyeri hebat, kelelahan).

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pencarian

Kategori

  • Farmakologi
    • Herbal
    • Jenis Obat
  • Kesehatan Anak
    • Pemenuhan Gizi
    • Pertumbuhan dan Perkembangan
    • Tanda Bahaya
  • Kesehatan Ibu
    • Kehamilan
    • Perimenopause dan Menopause
    • Persalinan
  • Progam P4K
  • Remaja
©2026 Prokel – Program Keluarga | Design: Newspaperly WordPress Theme