MENGAPA DIARE PERLU DIWASPADAI?
Diare adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, terutama balita. Penyebabnya bisa karena virus, bakteri, makanan atau minuman yang kotor, maupun kebersihan yang kurang terjaga. Bila tidak segera ditangani, diare bisa membuat anak kekurangan cairan (dehidrasi), lemas, bahkan berbahaya bagi nyawa.
Selain obat medis, masyarakat Indonesia sejak lama memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mengatasi diare. Tanaman-tanaman ini mudah ditemukan di pekarangan rumah atau kebun, aman digunakan, serta telah terbukti secara turun-temurun maupun penelitian ilmiah.
Tanaman Obat yang Bermanfaat untuk Diare
1. Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Khasiat: Mengandung zat tanin dan flavonoid yang bisa menghentikan buang air besar yang terlalu sering.
Cara pakai: Ambil 7 helai daun jambu biji muda, cuci bersih, lalu direbus atau ditumbuk halus. Air rebusannya bisa diminum, atau daun yang ditumbuk bisa diperas dan airnya diminum.
2. Kunyit (Curcuma longa L.)
Khasiat: Bersifat antibakteri, mampu melawan kuman penyebab diare seperti E. coli dan Salmonella.
Cara pakai: Kunyit segar diparut atau digiling, lalu direbus. Air rebusan diminum selagi hangat.
3. Madu
Khasiat: Membunuh bakteri penyebab diare dan membantu memulihkan energi anak.
Cara pakai: Berikan 1 sendok teh madu murni, 2–3 kali sehari. Bisa dicampur dengan air hangat.
4. Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)
Khasiat: Mengandung senyawa antibakteri dan antifungi yang bisa mengatasi kuman penyebab diare.
Cara pakai: Daun dicuci, direbus, lalu airnya diminum.
5. Bubur Tempe
Khasiat: Mengandung protein, serat, serta probiotik yang membantu mempercepat pemulihan usus.
Cara pakai: Tempe dibuat bubur halus, lalu diberikan sebagai makanan pendamping saat anak diare.
Cara Mengolah Tanaman Obat
Menurut penelitian di Gayo Lues, Aceh , masyarakat biasanya mengolah tanaman obat dengan cara:
• Digiling/diparut → untuk kunyit, jahe, atau bawang.
• Direbus → untuk daun jambu biji, kunyit, atau jahe.
• Diperas/diremas → untuk buah seperti kelapa muda, jeruk nipis, atau rambutan.
• Dimakan langsung → seperti buah jambu biji atau nangka muda.
Banyak masyarakat percaya bahwa obat tradisional:
1. Aman digunakan dan tidak berbahaya (hampir 99% responden setuju).
2. Lebih murah dan mudah diperoleh dibanding obat modern.
3. Bisa dijadikan cara menjaga warisan budaya pengobatan turun-temurun.
Pesan Penting untuk Orang Tua
1. Tetap beri anak minum banyak cairan agar tidak dehidrasi, bisa dengan air putih, kuah sayur, atau larutan gula-garam (oralit).
2. Gunakan tanaman obat dengan benar sesuai cara pengolahan yang aman.
3. Perhatikan tanda bahaya: bila anak lemas, muntah terus-menerus, atau tidak mau minum, segera bawa ke puskesmas.
4. TOGA sebagai pendamping, bukan pengganti penuh obat medis. Jika diare tidak kunjung membaik dalam 2 hari, segera periksa ke tenaga kesehatan.
Referensi :
Puspita, T., Ifalahma, D., & Lieskusumastuti, A. D. (2022, June). Penanganan Diare Pada Anak Secara Alami: Literature Review. In Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (pp. 406-414).
Nuraini, N. (2021). Pemanfaatan tumbuhan tradisional sebagai obat diare pada masyarakat Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Jeumpa, 8(1), 501-515.